Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Herni Raih Dua Emas

PATI – Sprinter andalan Pati, Herni Astutik kembali mengukir prestasi. Belum lama ini guru olahraga SMA 3 Pati ini meraih dua medali emas dalam ajang Kejuaraan Atletik tingkat Jawa Tengah (Kejurprov Jateng) di Salatiga, 5-6 Desember lalu.

Dua medali emas diraih melalui nomor lari 100 meter putri dan estafet 4×100 meter putri. Di nomor lari 100 meter dia, Herni mencatatkan waktu terbaik 11,89 detik.

Adapun di nomor estafet, Herni yang turun bersama pelari Bumi Mina Tani lainnya yakni Adinda Resta, Vidya Ayu, dan Nofita Fitriyani membukukan waktu 49,91 detik.

Kendati tidak menjadi kredit untuk lolos sebagai atlet Jateng yang berlaga di PON Jabar tahun depan, prestasi kali ini memberi pengalaman tersendiri bagi Herni. Atlet yang kerap meraih prestasi tingkat nasional ini memanfaatkan Kejurprov untuk menjaga kondisi sekaligus mengevaluasi kemampuannya.

”Catatan waktu di Kejurprov itu tidak menjadi patokan untuk bisa lolos menjadi atlet yang akan dikirim ke PON. Saya menikmati saja kejuaraan itu sekaligus sebagai media sparing,” katanya, kemarin.

Berjuang Keras

Bulan lalu, alumni Unnes Semarang ini juga meraih medali emas dalam kejuaraan atletik sprint contest 2015 di Kendal. Medali emas diraih dari nomor 200 meter putri dengan catatan waktu 11,7 detik.

Di ajang tersebut, sprinter yunior asal Pati, Adinda Resta juga meraih medali emas. Siswi SMP1 Pati tersebut berhasil menyentuh garis finish paling awal saat turun di nomor 80 meter putri.

Herni kini tengah berjuang keras untuk masuk dalam tim Jateng yang akan dikirim ke PON Jabar. Dia harus berjuang keras untuk bisa memperbaiki catatan waktunya di nomor lari jarak pendek. Hanya, catatan waktu yang diraihnya dalam kejuaraan level Jateng, belum bisa menjadi ukuran.

Menurutnya, penghitungan waktu dalam ajang tingkat provinsi kebanyakan masih menggunakan alat manual. Jatim Open yang akan berlangsung beberapa waktu ke depan menjadi target memperbaiki catatan waktunya.

Paling tidak dia harus bisa menyentuh garis finish dalam lari 100 meter dengan waktu 12,24 detik. Batasan waktu itu merupakan limit sprinter putri yang bisa masuk tim Jateng di PON.

 

Sumber :http://berita.suaramerdeka.com

0 Komentar

    Tambah Komentar