Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Gara-Gara Swalayan Ini, Pengunjung Pasar Susut


SUASANA PASAR : Sejumlah pengunjung tampak berlalu-lalang di Pasar Bulumanis Margoyoso, kemarin.

MARGOYOSO – Keberadaan pasar tradisional, sangatlah berperan aktif dalam menggerakan roda perekonomian di suatu daerah. Karena dengan adanya pasar tradisional, masyarakat sekitar bisa melakukan transaksi jual beli dengan mudah dan murah, serta bisa negosiasi harga. Namun, keberadaan pasar tradisional kini mulai terganggu karena berdirinya swalayan modern yang banyak bermunculan.

Berdirinya swalayan modern, sejauh ini diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan sebagian masyarakat malas untuk pergi ke pasar tradisional. Seiring dengan berjalannya waktu, pengunjung di pasar tradisional jumlahnya semakin berkurang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wahyu, Wakil Kepala Pasar Bulumanis Margoyoso. Wahyu menerangkan, saat ini sudah lebih dari 25% pengunjung Pasar Bulumanis berkurang akibat adanya swalayan moderen. “Semuanya akibat swalayan moderen. Dulu sebelum swalayan moderen ada, pasar ini sangat ramai. Jauh lebih ramai daripada yang sekarang,” kata Wahyu.

Wahyu memprediksi, masyarakat yang beralih ke swalayan moderen kebanyakan merupakan kalangan ekonomi menengah ke atas. “Bagi orang yang berduit lebih, pasti lebih suka berbelanja di swalayan moderen karena tempatnya lebih bersih dan lebih bergengsi. Padahal, dulunya mereka merupakan pengunjung setia di Pasar Bulumanis. Tapi semenjak adanya swalayan moderen, pengunjung di Pasar Bulumanis banyak yang beralih kesana,” bebernya.

Wahyu sangat menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang kini mulai beralih ke swalayan moderen. Padahal, jika mereka mau berbelanja di Pasar Bulumanis maka perputaran uang juga akan berlangsung di daerahnya sendiri, sehingga para pedagang lokal bisa hidup sejahtera. “Kalau yang untung pedagang pasar, terutama yang berasal dari daerah lokal tentunya itu bisa meningkatkan perekonomian mereka,” pungkasnya. (HP/FN/MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar