Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Kepala Dinas Ini Buka Suara Soal Inovasi Pemkab Hingga Masuk 10 Kabupaten Terbaik Tingkat Nasional


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Suharyono
 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati meraih penghargaan tingkat nasional dari pemerintah pusat berupapenghargaan Satya Lencana Praja Karya Bhakti Praja Nugraha yang diserahkan presiden melalui MenteriKoordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolhukam RI) Wiranto ke Bupati Pati Haryanto di Sidoarjo beberapa waktu yang lalu.

Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan penghargaan kepada daerah terbaik dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).

Bupati Pati Haryanto melalui Kepala Dinas  Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Suharyonomengatakan, pihaknya bersyukur dengan penghargaan yang diraih oleh Kabupaten Pati. Hal itu tidak terlepas dariinovasi-inovasi baru yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

“Alhamdulillah Kabupaten Pati dapat prestasi lagi. Diantaranya yang menjadi best prestice di Pati adalah penanganan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Keberhasilannya dalam hal pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah. Kalau biasanya TPA selalu terkesan kumuh, justru di Pati menjadi tempat rekreasi, belajar dan berkemah.Melalui Inovasi itu berkontribusi menjadikan Pati berhak mendapatkan penghargaan tersebut,” ungkapnya.

Lanjutnya, penilaian penghargaan ini dilakukan secara terukur dengan melibatkan beberapa kementrian danlembaga pemerintah non kementrian. Ada lebih dari seratus aspek penilaian dalam evaluasi kinerja. Misalnya dalam aspek pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga pekerjaan umum. Masing-masing bidang itu ada indikatornya sendiri.

Lebih dari itu, penghargaan itu juga tidak terlepas dari keberhasilan progam Bupati Haryanto yakni Noto Projo Mbangun Deso. Progam tersebut bentuknya memberikan stimulant dana sebesar Rp 50 juta untuk tiap desa guna peningkatan infrastruktur pedesaan.

“Semenjak Bupati Haryanto dilantik empat tahun yang lalu, selalu ada progam Noto Projo Mbangun Deso. Itu kan dana stimulan. Artinya, besar harapan bisa memancing swadaya masyarakat,” tegasnya.

Dia berharap, dengan prestasi yang telah diraih menjadi acuan dan motivasi dalam menjalankan program pembangunan di Kabupaten Pati. Tentunya agar Kabupaten Pati menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Melalui trobosan dan progam Bupati Haryanto, Pati selalu mendapat pengharagaan mulai tingkat provinsi hingga nasional. Kami yakin, ke depan Pati bisa lebih baik lagi di berbagai bidang. Prestasi yang diraih tahun ini menjadi motivasi ke depan agar bisa lebih baik lagi,” harapnya. (HP/FN/MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar