Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Guru PAUD Beternak Puyuh untuk Tingkatkan Perekonomian


TERNAK : Sasmitro Asih mengontrol anakan burung puyuh di rumahnya di Desa Dukuhmulyo, Jakenan
 

JAKENAN - Beternak burung puyuh bisa menjadi alternatif menambah pemasukan pendapatan rumah tangga. Hal tersebut dipraktekkan Sasmito Asih seorang guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang beralamat di Desa Dukuhmulyo, Jakenan.

Meski masih baru, namun usaha yang dirintisnya ini telah menunjukkan hasil yang lumayan. Setiap harinya ia mampu meraup Rp30.000 dari 500 ekor burung puyuh piaraannya.

Beternak puyuh juga dirasa bersahabat bagi kantong. Pasalnya dari 1000 ekor burung puyuh hanya memerlukan 50 kilogram pakan setiap tiga harinya.

“Dengan menunggu 3 hari saya mendapatkan telur puyuh sebanyak 21 kg. Tetapi hal itu tidak tentu, karena mengingat cuaca juga. Dengan penjualan telur tersebut saya mendapat uang sebanyak Rp420.000,” ungkap Sasmito Asih.

Usaha yang ditekuni sejak akhir Desember 2016 ini cukup prospektif dan akan terus ia kembangkan. Ia optimis dalam waktu singkat beternak burung ini akan meningkatkan kesejahteraan keluaraganya.

Hal ini dukung dengan permintaan burung puyuh yang terus meningkat sebagai bahan konsumsi para pedagang warung makan, baik angkringan maupun rumah makan berskala besar. Jajanan yang berbahan dasar telur puyuh selain lezat juga mengandung banyak vitamin yang sangat diperlukan tubuh.

“Telur burung puyuh pun harganya tidak begitu mengalami perubahan harga yang signifikan untuk saat ini harganya berada dikisaran Rp21.000/kg,” pungkasnya. (HP/HP/MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar