Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Penggunaan Kartu Tani Belum Maksimal


BERCOCOK TANAM : Petani mempersiapkan tempat persemaian bibit padi di sawahnya.
 

PUCAKWANGI - Pengambilan pupuk bersubsidi di lapangan masih banyak yang dilakukan tanpa menggunakan kartu tani.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Muchtar Efendi yang diwakilkan kepada Stafnya Pujo Cahyono, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, meski kartu tani telah mulai efektif berlaku pada Januari 2017 ini, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan para petani.

“Dalam pengambilan pupuk bersubsidi sekarang ini memang masih ditemui para petani yang mengambil pupuk tanpa menggunakan kartu tani. Dan itu masih wajar, karena masih masa transisi,” katanya .

Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pengecer pupuk, tentang data para petani dan jatah alokasi pupuk bersubsidi sesuai dengan luasan lahan pertanian yang dimiliki.

“Untuk para petani yang belum mempunyai kartu tani bisa mengambil jatah pupuk dengan membawa KTP disertai SPPT. Alokasi jatah pupuk yang didapat sudah disesuaikan dengan luasan lahan pertanian masing-masing petani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mulyatani Desa Mojoagung Kecamatn Pucakwangi Santono mengaku, bahwa distribusi kartu tani di Desa Mojoagung masih belum merata. Sebagaian petani yang telah mendapatkan kartu tani pun juga masih ragu-ragu dalam menggunakan kartu tersebut.

“Sementara petani yang sudah mendapatkan kartu tani baru 50 persen dari jumlah pengajuan kelompok kami,” ungkap  Santoso. (HP/HP/MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar