Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang

Penggunaan Dana Desa Wajib Dipublikasikan


Suyitno
 

KAYEN – Rincian penggunaan anggaran dari alokasi dana desa yang bersumber dari APBN maupun sumber lainnya wajib diketahui oleh publik. Hal itu untuk menghindari kecurigaan adanya penyalahgunaan dana di desa bersangkutan.

Demi mewujudkan transparansi penggunaan anggaran, pemerintah desa memasang papan pengumuman yang berisi laporan asal dana dan penggunaannya. Hal ini untuk memberi kejelasan kepada warga yang ragu atas kinerja perangkat seperti di Desa Rogomulyo, Kayen.

Suyitno, kepala setempat mengatakan, pemasangan papan pengumuman di balai desa ini sudah seminggu. Adapun spanduknya ada enam lembar berukuran 2x2 meter. Tak hanya itu, ada juga papan laporan di samping spanduk tersebut. ”Spanduk dan papan itu berisi penggunaan dana desa. Dari mana sumbernya dan dialokasikan untuk apa,” paparnya kemarin.

Papan informasi yang ada di balai desa setempat itu berisi sejumlah laporan pada tahun sebelumnya. Yakni Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Desa (DD), Pengembalian Pajak dan Retribusi, Alokasi Dana Desa (ADD), Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) dan Bantuan Keuangan Kabupaten (BPK).

Lanjutnya, secara total dijelaskan, pendapatan dana pada 2017 sebesar Rp 1.751.874.000. Adapun untuk pembiayaan pemerintahan desa mengahabiskan anggaran Rp 473.911.700 dan untuk pembangunan mencapai Rp 1.237.605.300.

Selain itu, anggaran yang diterima dimanfaatkan untuk pembinaan masyarakat sebesar Rp 30.877.000. dan pemberdayaan masyarakat menghabiskan anggaran Rp 9.040.000. Ditambah, setiap dana yang didapatkan langsung diberikan kepada perangkat sesuai bidangnya. ”Dalam hal pengelolaan dana, pemerintah desa dilibatkan langsung sesuai tugas pokok dan fungsinya,” jelasnya.

Pemasangan spanduk dan papan laporan ini karena mengikuti peraturan baru dari pemerintah pusat. Tak hanya itu, hal ini untuk memberitahukan kepada warga sekitar untuk melihat sendiri asal dana dan penggunaannya. ”Warga saya yang diperantauan di Sumatera dan Kalimantan sering tanya tentang dana yang didapatkan oleh desa,” tuturnya. (HP/HP/MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar