Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

MEDIA TRADISIONAL SANGAT EFEKTIF UNTUK PENYAMPAIAN PESAN DAN INFORMASI PEMBANGUNANI

Media tradisional dikenal juga sebagai media rakyat. Dalam pengertian yang lebih sempit, media ini sering juga disebut sebagai kesenian rakyat., mendefinisikan media tradisional sebagai bentuk-bentuk verbal, gerakan, lisan dan visual yang dikenal atau diakrabi rakyat, diterima oleh mereka, dan diperdengarkan atau dipertunjukkan oleh dan/atau untuk mereka dengan maksud menghibur, memaklumkan, menjelaskan, mengajar, dan mendidik, terlebih lagi di jaman sekarang ini untuk penyampaian pesan maupun informasi pembangunan . Saat ini media tradisional mengalami transformasi dengan dunia modern. Bila melihat jumlah penduduk Indonesia 80 % tinggal di pedesaan dan 20 % di perkotaan, sangat ironis mengingat untuk konsumsi media modern justru 80 % kota dan 20 % desa,  Maka perlu diimbangi dengan ketersediaan media komunikasi lain yang dapat menyentuh masyarakat desa. Demikian dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Indriyanto selaku narasumber bersama narasumber lain yaitu, Daniel Hakiki, Puthut Sulasmono, Slamet Singgih Purnomo Jati serta dimoderatori oleh R.Adi Prasasto Yang dikemas dalam acara Dialog Budaya Kabupaten Pati Tahun 2018, yang bertema Pemberdayaan Media Tradisional sebagai Upaya Pemajuan Kebudayaan Daerah.  tanggal 30 April 2018 dihadiri  para pelaku seni, budayawan, guru- guru kesenian se Kabupaten Pati di Gedung PGRI Pati.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa fungsi Media Tradisional bisa sebagai sistem proyeksi, penguat adat, alat pendidik, alat pengendalian sosial agar norma-norma masyarakat dipatuhi. Untuk itu  dibuat  program kerja Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra ) Kabupaten Pati yaitu dengan Pembentukan Forum Komunikasi Media Tradisional periode tahun 2018 -2023, Pelantikan Pengurus FK Metra Periode 2018 - 2023, Seleksi FK Metra tahun 2019 sebagai modal mengikuti seleksi FK Metra tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2019.

Dalam pencerahannya, Daniel Hakiki selaku Sekretris FK Metra Provinsi Jawa Tengah mengatakan, bahwa sudah sejak lama media tradisional hidup dan berkembang bersama rakyat, pertunjukan seni budaya pada dasarnya merupakan media tradisional yang berfungsi sebagai alat hiburan, kesenian, dan penerangan. Pertunjukan- pertunjukan tradisional lahir dan berkembang ditengah-tengah masyarakat pedesaan, pertunjukan tersebut merupakan refleksi masyarakat desa yang disajikan secara spontan dan akrab. 

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suwarno, mengatakan Guru seni, kelompok seni, kethoprak dan sebagainya berupaya mengembangkan budaya nasional yang berakar pada budaya daerah, melalui pertunjukan rakyat mempunyai peranan besar dalam penyebaran informasi karena berhubungan langsung dengan masyarakat, bahasanya yang merakyat dan mudah dipahami. Untuk itu diharapkan  melalui Dialog Budaya ini menghasilkan  putusan yang bisa dilaksanakan seniman, budayawan maupun Pemerintah serta ditumbuh kembangkan melalui pertunjukan rakyat yang berakar dari budaya daerah.

Staf Ahli Bupati Pati, Slamet Singgih Purnomo Jati menegaskan bahwa untuk Setiap kegiatan yang merupakan momen penting dan melibatkan masyarakat dalam skala besar disarankan untuk diselenggarakan bersamaan dengan pertunjukan seni, pameran budaya, atau kegiatan budaya lain. Hal tersebut bertujuan agar terbentuk suasana perayaan budaya yang meriah dan dapat menarik perhatian masyarakat untuk ikut terlibat. Hal ini seiring dengan nafas Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Sedang Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan , Puthut Sulasmono menyampaikan permasalahan penanganan kebudayaan oleh Kementrian/Lembaga dan Pemerintah Daerah,  dan Kepala Bidang Kebudayaan, Paryanto  menegaskan  bahwa Pemerintah Daerah memberikan dukungan baik materiil atas dasar ketersediaan data.

Pada kesempatan tersebut telah terbentuk kepengurusan Forum Komunikasi Media Tradisional Kabupaten Pati periode 2018 - 2023 dengan Ketua, Warsito, serta disampaikan Deklarasi Anti Hoax dari Para Pelaku Seni dan Budayawan Kabupaten Pati.

 
 
 

 

0 Komentar

    Tambah Komentar