Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Bupati dan Wabup Kompak Terima Penghargaan

Pemerintah Kabupaten Pati kembali meraih penghargaan dalam hal transparansi pengelolaan pengadaan barang dan jasa. Kali ini, penghargaan Radar Kudus Award dalam rangka HUT ke 17 yang dilaksanakan di Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi, Senin (8/7).

Bukan tanpa alasan penghargaan ini diperoleh Kabupaten Pati. Pasalnya, sejak tahun 2013 Pemkab Pati telah merintis aplikasi sistem pengadaan barang dan jasa yg selalu dikembangkan setiap tahunnya. Apalagi, saat ini sudah ada aplikasi e-Project yang membuat proses pengadaan, mulai tahap persiapan dan pasca lelang menjadi Iebih transparan, efektif, dan efisien.

Sistem pengadaan yang transparan ini, rupanya bisa mencegah penyimpangan juga dapat berdampak pada efisiensi anggaran. Bahkan di setengah semester pertama tahun ini, Kabupaten Pati bisa melakukan efisiensi anggaran 21 miliar. Hal ini disampaikan Bupati Haryanto dalam pidatonya usai menerima penghargaan.

Bupati mengungkapkan saat ini Kabupaten Pati menjadi Unit Layanan Pengadaan (ULP) percontohan di Jawa Tengah dan direkomendasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pati kini kerap menerima kunjungan dari ULP Kabupaten/Kota tetangga di wilayah Jawa Tengah bahkan dari luar provinsi untuk mengadaan studi banding terkait pembuatan dan pengaplikasian SIM ULP.

Tak lupa Bupati menyampaikan terima kasih kepada Radar Kudus yang telah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kabupaten Pati. Ia pun sempat memohon izin untuk memberikan penghargaan ini kepada yang menurutnya lebih layak menerima penghargaan yaitu Kabag Pengadaan Barang dan Jasa serta Kasubbag ULP.

"Dua duanya masih berusia muda yang kita percayakan karena punya potensi yaitu Kabag PBJ Sujono dan satunya lagi adalah Kasubbag ULP saudara Riko yang kebetulan adalah salah satu dari kurang lebih 50 orang yang lulus sebagai saksi ahli tingkat nasional. Ia dipercaya LKPP apabila terjadi masalah terkait pengadaan barang dan jasa sehingga sering juga diminta menjadi tutor di beberapa daerah," ujar Bupati.

Di kesempatan yang sama Wakil Bupati Saiful Arifin juga mendapat penghargaan sebagai inisiator desa korporasi. Dimana dua Klinik Bumdes Sehat yang diprakarsai oleh Wakil Bupati, merupakan korporasi berbasis desa pertama di Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan.

Radar Kudus Award diberikan kepada tokoh tokoh dalam berbagai kategori, enam Bupati dan 22 tokoh inspiratif di Eks-Karesidenan Pati. (po2/PO/MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar