Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Spirit Idul Adha Diperlukan Guna Membangun Kabupaten Pati

Bupati Pati pagi tadi melaksanakan sholat Idul Adha 1440 H di Masjid Baitunnur Pati. Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718, dan Waka Polres. Bupati Pati Haryanto memulai sambutannya dengan membahas soal jutaan kaum muslimin dari segala penjuru dunia yang sehari sebelumnya telah berkumpul di padang Arafah, melaksanakan wukuf, menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima.

"Inilah hari besar kemanusiaan dan keimanan, yang ditandai syiar penyembelihan hewan kurban, untuk mengenang dan meneladani peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim setelah beliau menerima wahyu ilahi melalui mimpi, yang memerintahkan beliau menyembelih putranya, Ismail", imbuhnya.

Menurut Haryanto, itu adalah sebuah ujian keimanan yang amat sulit dan berat dilaksanakan, bahkan tidak terbayangkan dari segi kemanusiaan "Karena itu, peristiwa kurban seharusnya tidak dimaknai sebatas proses ritual, melainkan juga diletakkan sebagai keteladanan dalam konteks peneguhan nilai-nilai dan spirit pengorbanan, kemanusiaan, dan keadilan", imbuhnya.

Atas dasar nilai-nilai spirit itu, menurut Bupati, peringatan Idul Adha dan ibadah kurban memiliki dua makna penting. "Yang pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah yang diberikan Allah. Kedua, makna sosial, di mana Rasulullah melarang kaum mukmin mendekati orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki, akan tetapi  tidak menunaikan perintah kurban", jelas Haryanto.

Lebih lanjut Haryanto menerangkan bahwasanya kurban adalah media ritual yang sekaligus bernilai sosial, selain zakat, infak, dan sedekah. "Untuk itu, kepada yang memiliki kelebihan rezeki sangat dianjurkan untuk berkurban", himbau Bupati.

Menurut Haryanto, akan lebih indah bila nilai dan spirit yang terkandung dalam peristiwa kurban dapat diterapkan pada diri dan keluarga, khususnya dalam membangun Kabupaten Pati. "Segenap pelaku pembangunan di Kabupaten Pati dituntut mengorbankan egoisme dan egosentrisme pribadi maupun kelompok, dengan hidup patuh pada ajaran Allah", terang Haryanto.

Sikap patuh seseorang pada ajaran agama, lanjut Bupati, dapat dilihat dari  kepatuhan orang tersebut kepada norma hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai warga Kabupaten Pati yang terus berupaya membangun guna mencapai kemajuan daerah dan meningkatkan derajat kehidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya, terang Bupati, tentu dituntut berbagai pengorbanan demi kepentingan masyarakat banyak atau kepentingan yang lebih besar dan lebih luas. "Setidaknya kita dituntut pengorbanan tenaga dan pemikiran hingga materi yang kita miliki untuk berkontribusi dalam upaya mencapai keberhasilan pembangunan yang lebih baik", jelasnya.

Dalam kesempatan itu, tak lupa Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Pati pun mengucapkan selamat Idul Adha 1440 Hijriyah. "Selamat berkurban kepada semua yang melaksanakannya, semoga semua amal ibadah kita mendapat ridho dari Allah SWT", pungkasnya. (fn3 /FN /MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar