Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

HADIRI PENCANANGAN DESA SADAR KERUKUNAN BUPATI HARYANTO AJAK MASYARAKAT MENEBAR KEBAIKAN DAN TOLERANSI

WhatsApp Image 2019-09-07 at 13.26.39

Pencanangan desa sadar kerukunan di Kecamatan Gunungwungkal diadakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati pada sabtu pagi (7/9). Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Pati, BPT, Kasdim Kodim Pati, camat, seluruh kepala desa kecamatan Gunungwungkal, Kesbangpol, DPRD, Kapolsek Pati, Kementerian Agama Kabupaten Pati hingga tokoh-tokoh agama beserta seniman berjumlah sekitar 250 orang.

Ketua FKUB Kabupaten Pati KH. Ahmad Khoiron, menyampaikan bahwa FKUB akan menyeleksi desa-desa mana saja yang mempunyai kerukunan baik agar nantinya tercipta desa yang sadar akan kerukunan beragama. Hal ini guna mewujudkan agenda perencanaan desa dan kerukunan kedepannya. Seleksi di setiap desa di daerah Gunungwungkal ini diawali dengan standar pilihan seluruh umat beragama kabupaten Pati untuk selanjutnya berada di Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Pati selaku penanggung jawab keseluruhan.

“Semua pembiayaan untuk kegiatan pencanangan Desa Giling ini dibiayai oleh Dipa Kementerian Agama Kabupaten Pati secara keseluruhan dibawah tanggung jawab Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati” tutup Ketua FKUB. Saat ini mayoritas maupun minoritas bukan sebagai jaminan akan kerukunan, namun harus ada keragaman yang bisa menjembatani perbedaan dengan toleransi. 

Bupati Pati, Haryanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang mudah terkontaminasi dan terprovokasi oleh permasalahan, terlebih melalui media sosial, mulai dari berita bohong atau hoax. Hal inilah yang memicu pecah belah antara masayarakat satu dengan yang lain karena mudahnya dipengaruhi oleh oknum-oknum tertentu yang menebar kebencian.

“Adanya perbedaan bukan menjadi penghalang kesatuan bangsa ini. Dengan adanya perbedaan, masyarakat akan dapat selalu belajar rasa saling menghargai antar sesama, sehingga membuat banyak keragaman baru yang bisa diambil manfaatnya. Menebar kebaikan dan toleransi tentunya lebih indah dan tentram dibandingkan menebar kebencian” tutup Bupati Haryanto.

0 Komentar

    Tambah Komentar