Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

588 KAFILAH IKUTI MTQ PELAJAR DAN MTQ UMUM SE- KABUPATEN PATI

mtq

 

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar ke-35 (XXXV) dan MTQ Umum ke-28(XXVIII) tingkat Kabupaten Pati berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (11/09/2019). Event tahunan ini diikuti 588 peserta perwakilan dari 21 kecamatan yang mana digolongkan menjadi cabang tilawah putra putri kelompok SD/MI, SMP/MTS, serta SMU/SMK/MA, cabang tahfidzil quran kelompok SD/MI putra putri, cabang hifdzil quran golongan 1 juz dan tilawah kelompok SMP/MTS putra putri, golongan 5 juz dan tilawah kelompok SMA/SMK/MA putra putri.


Para juara di tiap kategori akan diseleksi lagi untuk mewakili Pati di tingkat Provinsi Jawa Tengah.Adapun lokasi perlombaan di Pendopo, lingkungan Setda, gedung PKK, dan Aula Satpol PP Pati.Hadir dalam acara Bupati Haryanto, Sekda Suharyono,Jajaran Forkopimda, para Camat dan Ibu Ketua PKK bersama ibu Saiful Arifin.

Acara ini merupakan bagian dari pencerdasan anak bangsa melalui Musabaqoh Tilawatil Qur"an (MTQ) baik pelajar maupun umum. Selain itu acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat generasu bangsa agar lebih menghayati makna isi kandungan Alquran sehingga kontribusi dalam pembentukan karakter generasi yang Islami dan diaplikasikan pada perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Haryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa MTQ perwakilan dari Pati dua tahun berturut-turut menjadi juara umum " saya berharap MTQ ini tidak hanya menjadi juara provinsi tapi bisa maju sampai tingkat nasional "ujar bupati.

Selain itu bupati juga mengajak para orang tua agar mendidik anak-anaknya untuk belajar agama, MTQ dan alquran, . "Satu anugrah tersendiri untuk kita bisa membaca kitab kuning, dan bisa membaca kitab gundul,dan Alquran ini adalah sebagai pegangan hidup pada umat muslim dan Sudah barang tentu anak-anak kita bisa mengantisipasi budaya-budaya yang selama ini masuk dengan tidak baik" terang buapti.

"jika anak-anak kita ini sudah punya kegiatan yang positif bukan barang tentu tidak terpengaruh oleh hal negatife, jaman sekarang maraknya maraknya pelajaran TPQ maraknya madin dan sekolah-sekolah pembelajaran baca tulis Alquran ini tidak lain dalam rangka untuk meningkatkan ketakwaan kemampuan akhlak budi pekerti dan lain-lain dalam rangka untuk bisa meningkatkan sumber daya manusia yang ada" tandas bupati.

0 Komentar

    Tambah Komentar