Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

PEMBUKAAN KEJUARAAN NASIONAL TENIS YUNIOR PELTI PATI OPEN TAHUN 2019

PELTI

 

Kejuaraan nasional tenis yunior PELTI PATI OPEN TAHUN 2019,  dibuka oleh Bupati Haryanto dihadiri Wakil Bupati Saiful Arifin dan segenap jajaran Forkopimda, senin (23/09).

Bertempat di Lapangan Tenis eks-Karesidenan Pati SMA Negeri 1 Pati, kejuaraan ini bertujuan untuk menambah pengalaman bertanding bagi atlet yunior serta memberikan kesempatan berkompetisi bagi atlet yunior pada umumnya guna meningkatkan prestasi.

Pengurus PELTI, Ponco Sugiharto melaporkan bahwa acara ini diikuti oleh 122 peserta dengan 22 kategori. Diikuti oleh atlet-atlet dari berbagai wilayah Indonesia antara lain dari Palembang, Surabaya, Depok, Sidoarjo, Lamongan, Tegal, Sukoharjo, Sragen, Salatiga, Wonogiri,Temanggung, Gresik, Tangerang Selatan, Blora, Ciamis, Madiun, Kudus, Semarang dan Pati sebagai tuan rumah.

Bupati Haryanto selaku pembina upacara pembukaan kejuaraan tenis yunior, dalam sambutannya selain mengucapkan selamat datang pada para atlet yunior dari luar daerah Provinsi Jawa Tengah. Bupati memberikan apresiasi, " Saya memberikan apresiasi kepada pengurus PELTI yang telah antusias membimbing atlet-atlet tenis yunior maupun senior maupun para atlet pecinta tenis lainnya," ujar Bupati Haryanto.

Lebih lanjut bupati mengatakan, " Tak hanya diselenggarakan di Kabupaten saja, di berbagai kecamatan juga menyelenggarakan event-event tersendiri sesuai dengan event tahunan mulai dari Margoyoso, Juana, Kayen, Tambakromo kemudian di kecamatan yang lainnya," tambah Bupati Haryanto.


Menurut bupati, acara ini sebagai sarana menyemangati dan memotivasi bibit-bibit atlet yunior yang ada di Kabupaten Pati. Oleh karena itu, lanjut Bupati Haryanto, karena bisa bertanding dengan atlet dari luar daerah dan akhirnya nanti bisa menjadi atlet nasional. "Menang kalah itu bukan menjadi suatu tujuan yang terpenting kita bisa berebut bersama," lanjutnya.

" Perlu diingat, menjadi juara tanpa berlatih itu mustahil, tapi kalau kita selalu mengevaluasi kekurangan kita dan kegagalan bukan suatu keberhentian kepada kita untuk terus melangkah tetapi sebagai hikmah dan evaluasi agar kita terus berlatih," pesan Bupati Haryanto untuk para peserta.

0 Komentar

    Tambah Komentar