Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Kependudukan

I. GAMBARAN UMUM DEMOGRAFI

JUMLAH PENDUDUK

Komposisi penduduk di Kabupaten Pati bila diamati dari piramida penduduk pada tahun 2012 menuju kearah yang lebih baik, ditunjukkan dengan adanya arah perkembangan penduduk usia 0-4 tahun sampai dengan penduduk usia 45-49 tahun. Komposisi penduduk juga dapat dihubungkan dengan Dependency Ratio (DR)/Angka Ketergantungan, yang menggambarkan beban tanggungan ekonomi kelompok umur produktif (15-64 tahun) terhadap kelompok umur tidak produktif (0-14 tahun) dan (65 ). Angka ketergantungan tahun 2012 sebesar 47,77 persen, yang berarti setiap 100 penduduk produktif menanggung sekitar 48 penduduk yang tidak produk

 

Jumlah penduduk Kabupaten Pati dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan, hal ini dapat dilihat pada tabel indikator kependudukan Kab. Pati dimana tingkat pertumbuhan penduduk pada tahun 2011 sebesar 0,34 persen, sedangkan pada tahun 2012 pertumbuhan penduduk naik menjadi sebesar 0,73 persen. Dengan luas wilayah sekitar 1.503 Km2, rata-rata setiap Km2 ditempati penduduk sebanyak 803 jiwa pada tahun 2012, meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 797 jiwa/Km2.

 

Indikator Kependudukan Kab. Pati

(Penduduk Akhir Tahun 2011 dan 2012)


Uraian

2011

2012

Jumlah Penduduk (Jiwa)
Pertumbuhan Penduduk(%)
Kepadatn Penduduk(Jiwa/Km2)
Sex Ratio(L/P)(%)
Jumlah Rumah Tangga
Rata-rata ART (Jiwa/Ruta)

1.198.529
0,34
797
94,57
353.083
3,4

1.207.309
0,73
803
94,58
356.586
3,4

Sumber : Kabupaten Pati Dalam Angka 2013

 

Jumlah penduduk perempuan di Kabupaten Pati lebih banyak di banding dengan jumlah penduduk laki-laki. Sex ratio tahun 2012 kurang dari 100 yaitu sebesar 94,58 persen, yang berarti bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 95 penduduk laki-laki.

Menurut data Sakernas 2012, status pekerjaan utama penduduk yang bekerja sebagian besar adalah sebagai buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebesar 27,69 persen. Selanjutnya adalah berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tak dibayar sebesar 22.03 persen, sebaliknya yang berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar hanya 4.03 persen. Status penduduk yang berusaha sendiri sebesar13,92 persen, lebih rendah daripada pekerja bebas sebesar 18,11 persen dan pekerja keluarga/tidak dibayar sebesar 14,22 persen.

Ditinjau dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan, penduduk yang bekerja di Kabupaten Pati dari tahun 2010-2012 mayoritas mempunyai latar pendidikan SD ke bawah, yaitu masing-masing tercatat sebesar 60,37 persen, 57,70 persen, dan 57,47 persen. Pendidikan tinggi Diploma/Universitas ke atas masih merupakan bagian terkecil dari penduduk yang bekerja, yakni sebesar 0,64 persen di tahun 2012, hal ini menurun bila dibandingkan tahun 2010 dan 2011 yaitu masing-masing sebesar 4,30 persen dan 7,28 persen. Sedangkan yang berpendidikan SLTP tahun 2012 naik menjadi 20,38 persen bila dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar 17,77 persen dan turun bila dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar 20,70 persen. Penduduk bekerja yang berpendidikan SLTA semakin meningkat dari tahun 2010-2012, masing-masing sebesar 14,63 persen, 20,25 persen, 21,51 persen.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Bulan Agustus 2012, pada tahun 2012 kesempatan bekerja di sector pertanian masih mendominasi pasar kerja di Kabupaten Pati dengan presentase sebesar 32,68%, kemudian disusul oleh sector perdagangan 21,85%, jasa 16,37%, industri 15,30% dan lainnya 13,80%.

 

 

0 Komentar

    Tambah Komentar