Tegas akan diri sendiri, buang pikiran negatif dan lakukan yang baik. Kegelisahan hanya milik mereka yang putus asa

Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Di Pati Terima Bantuan Bioflok

Kelompok budidaya air tawar di Kabupaten Pati, menerima bantuan sarana prasarana pengembangan budidaya tersebut dari Balai Besar Air Tawar (BBAT) Sukabumi.  Pemberian bantuan tersebut, setelah kelompok budidaya air tawar asal Kabupaten Pati menjadi terbaik kedua se Jawa Tengah.


Bantuan berupa 22 paket sarana dan prasarana pengembangan budidaya lele dengan sistem bioflok bernilai puluhan juta rupiah itu, diberikan kepada kelompok budidaya ikan air tawar Desa Tunjungrejo Kec Margorejo. Kebetulan pada  lomba budidaya ikan air tawar, kelompok budidaya ini berhasil meraih juara kedua tingkat Jawa Tengah, dan berhak mengikuti lomba serupa tingkat nasional. Penyerahan bantuan tersebut bersamaan dengan temu lapang panen denfarm budidaya lele sistem bioflok, di Desa Tunjungrejo Kec Margoyoso, Senin siang (28/12).


Menurut Kepala Bidang Utama Pemberdayaan Air Tawar pada Balai Besar Air Tawar (BBAT) Sukabumi, Rushadi, bantuan yang diberikan kepada kelompok budidaya perairan air tawar di Pati diantaranya, 22 paket sarana prasarana pengembangan budidaya lele dengan sistem bioflok, dan penghargaan uang senilai Rp.45juta.


“Bantuan yang diberikan diantaranya 22 unit bak penampungan ikan, kincir air, dan blower. Jadi inti bantuan yang diberikan itu paket untuk usaha perikanan, termasuk benih dan pakannya. Dan hasilnya akan kami serahkan semuanya kepada kelompok petani pembudidaya ikan air tawar,” jelasnya.


Kepala Desa Tunjungrejo Kec Margoyoso, Teguh Utomo mengungkapkan, perkembangan budidaya ikan air tawar di wilayahnya, berupa pembenihan lele sejak 2004 lalu. Kemudian dalam perjalanannya hingga mendapatkan pembudidaya ikan terbaik kedua se Jawa Tengah tahun ini, untuk kategori Cara Budidaya Ikan Baik. Dengan predikat itu, pihaknya juga akan mewakili Jawa Tengah ke lomba yang sama tingkat nasional.


“Model/system bioflock yang dikembangkan disini merupakan yang terbaik se Indonesia. Untuk kreterianya seperti apa kita tidak tahu persis.  Namun penerapan bioflok disini, karena lingkungan dan sanitasinya bersih, serta hasilnya bisa dinikmati kelompok petani pembudidaya ikan air tawar,” kata Teguh Utomo.


Bupati Pati, Haryanto mengaku berterima kasih kepada warganya, atas kerja kerasnya berhasil menjadi terbaik kedua se Jawa Tengah dalam pengembangan dan pembudidayaan ikan air tawar.  Untuk itu, bantuan sarana dan prasarana yang diberikan itu, dapat memacu kelompok budidaya meningkatkan hasil, dan contoh kepada kelompok yang lainnya.


“Sehingga dengan bantuan-bantuan yang diberikan menurut kami, tidak hanya sekedar mengandalkan bantuan saja, tapi para pembudidaya maupun kelompok ini bisa untuk mengembangkan dan memberi contoh kepada pembudidaya yang lain maupun kelompok lain agar masyarakat tidak tertuju kepada Desa Tunjungrejo Kec Margoyoso saja, juga kepada desa-desa yang lainnya,”  katanya.
Hasil budidaya ikan lele di Desa Tunjungrejo Kec Margoyoso masih untuk mencukupi kebutuhan lokal yang masih tinggi. Terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.

sumber berita: pasfmpati.com

sumber ilustrasi gambar: komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.com

0 Komentar

    Tambah Komentar