Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Dinkes Pati Berharap FMM Turut Andil Tekan AKI

Hasil gambar untuk penurunan angka kematian ibu pasca melahirkanUntuk menekan dan menurunkan angka kematian ibu pascapersalinan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati akan membentuk Forum Masyarakat Madani (FMM).  Forum yang beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat, LSM dan media itu, mampu berperan aktif menyelesaikan masalah kesehatan, terutama menurunkan angka kematian Ibu.
Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pati terbentur dengan banyak faktor, dan polanya yang selalu berubah. Untuk itu, Dinas Kesehatan butuh peran seluruh elemen masyarakat, terutama yang tergabung dalam Forum Masyarakat Madani (FMM).

Diwawancara usai membuka pertemuan FMM, Rabu pagi (18/4), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr. Edi Sulistiyono, MM  berharap bantuan Forum Masyarakat Madani (FMM), dalam ikut menyelesaikan masalah kesehatan, khususnya penurunan angka kematian ibu.
“Angka Kematian Ibu ternyata sulit untuk turun, dan polanya selalu berubah terus. Jadi mulai awal dulu sebelum 2009 atau 2010 itu, angka kematian ibu masih didominasi di rumah. Karena faktor keterlambatan, pendarahan, dan biaya. Sehingga mati di rumah. Ternyata sekarang sudah mulai berubah polanya, karena masyarakat sudah enggak takut ke rumah sakit mau dirujuk. Polanya berubah meninggalnya di rumah sakit,” tuturnya.
Dengan pembenahan fasilitas persalinan ibu di rumah sakit termasuk para dokternya, tutur Edi Sulistiyono, sudah mulai terjadi penurunan kematian di rumah sakit. Ternyata hasil evaluasi, pola kematian berubah lagi, angka kematian ibu lebih banyak di rumah lagi. Bukan karena faktor penyebab langsung, atau faktor persalinannya, tapi faktor penyakit yang diperberat karena kehamilan. Misalnya, jantung, DM, dan asma. 
“Artinya disini kita siapkan, kalau hanya orang-orang kesehatan saja yang menjalankan jelas sulit. Karena ibu hamil pascamelahirkan, misalnya 10 atau 15 hari sekarang sudah banyak beraktivitas. Padahal angka kematian ibu ini adalah sampai pasca persalinan itu 42 hari (masa nifas). Nah angka kematian hari ke-30 pun itu masuk menjadi hitungan angka kematian ibu,” terangnya.
Untuk itu, Dinas Kesehatan berharap Forum Masyarakat Madani (FMM) dan kepedulian masyarakat, bisa ikut memberikan saran-sarannya terhadap semua hal yang harus dilakukan. Sehingga angka kematian Ibu bisa turun, dengan memberikan pelayanan terbaik pada proses penanganan persalinannya, dan menjaga ibu sampai masa nifas selesai.(•)

 

sumber berita                : http://www.pasfmpati.com

sumber gambar/photo  :http://semarangpedia.com

 

0 Komentar

    Tambah Komentar