Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan menjadi seorang pemenang

Pembagian Raskin di Pucakwangi Tumpang Tindih


DISTRIBUSI BERAS: Petugas Bulog sedang mengangkut beras untuk didistribusikan.
 

PUCAKWANGI - Pengalokasian bantuan beras miskin (raskin) di Kecamatan Pucakwangi tumpang tindih. Pasalnya data acuan yang diberikan kabupaten merupakan data lama. Akibatnya banyak orang yang telah meninggal pun masih mendapat jatah bantuan.

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kecamatan Pucakwangi, Kasmi menyatakan, jatah raskin dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan selama 5 tahun terakhir. Kecamatan Pucakwangi mendapatkan alokasi sebesar 84.630 kilogram untuk 20 desa setiap bulannya.

“Jatah yang kami terima selalu tetap selama 5 tahun terakhir. Penyebabnya kami dari pemerintah kecamatan tidak tahu menahu. Karena kami hanya menerima data dari pemerintah kabupaten,” beber Kasmi.

Belum adanya pemutakhiran data ini berimbas pada tumpang tindihnya penyaluran raskin di masyarakat. Hal ini seperti yang dirasakan sejumlah masyarakat Desa Pelemgede, Pucakwangi.

“Saya masih menemui nama Sulyono warga RT 04/02 padahal ia sudah meninggal pada 2015. Nama Mbah Salmi juga masih tercantum, padahal juga sudah tiada sejak 2013,” ungkap Ngasiman warga Desa Pelemgede.

Camat Pucakwangi M. Budi Prasetyo membenarkan, data penerima raskin dan program bantuan sosial lain masih mengacu pada data lama, yang dikeluarkan Basis Data Terpadu (BDT) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut dikeluarkan oleh kabupaten dan pemerintah kecamatan hanya sebagai pelaksana saja.

“Kewenangan untuk pemutakhiran data penerima raskin bukan kewenangan kami. Kecamatan hanya berwenang mengajukan perubahan data yang diberikan oleh desa,” bebernya. (HP/HP/MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar