Orang-orang berhasil tidak hanya dengan keras hati, melainkan mereka juga pekerja keras yang percaya pada kemampuan dirinya.

Bupati : Berhasil di Luar Daerah Hendaknya Kembali Membangun Pati

Bupati Pati Haryanto berharap putra putri asli Pati yang sukses di luar daerah, nantinya dapat pulang kembali untuk membangun Bumi Mina Tani. Hal ini disampaikan Bupati Pati Haryanto, hari ini, saat meresmikan gedung baru di SMP Kanisius Pati.

"Saya senang karena ada alumni SMP kanisius ini yang sudah berhasil di luar Pati dan mau kembali ke Pati dan membangun Pati termasuk Bapak Yohanes Handoyo ini. Dan ini sangat membantu pemerintah daerah. Karena kalau menunggu pemerintah tentu saja tidak bisa cepat selesai pembangunan SMP ini, karena dana dari pemerintah terbatas", tutur Bupati.

Haryanto mengucapkan terimakasih kasih kepada bapak Yohanes Handoyo sebagai donatur untuk pembangunan SMP Kanisius yang ada di kabupaten ini. "Oleh karena itu kami turut berbangga karena anak saya kebetulan dulu les sempoanya di sini. Kita juga tidak perlu kecil hati walaupun swasta, sebab jika dikelola dengan bagus tentunya hasilnya akan maksimal dan bisa melebihi SMP yang negeri", imbuhnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa bangunan yang megah tersebut nantinya hendaknya diimbangi dengan prestasi yang bagus pula. "Maka dari itu guru di sini juga harus lebih baik sehingga prestasi sekolah ini pun lebih meningkat. Dan bukan hanya guru saja, tentu saja peran orang tua juga diharapkan mampu mengimbangi anak di era teknologi ini", terang Haryanto.

Ia pun berharap pendidikan di SMP ini dapat lebih baik. "Dan mari kita bersatu padu agar pendidikan di kabupaten ini lebih maju lagi", ujar Haryanto.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Kanisius Pati Bruder Edesius MTB melaporkan bahwa pembangunan gedung baru ini kurang lebih memakan waktu 9 bulan. "Gedung baru ini ada 10 kelas dan ada ruang musik serta ruang kepala sekolah dan kami sudah menempati gedung baru ini", ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa 1 siswa memiliki 1 meja dan kursi. "Selain itu juga ada AC dan pembelajaran nya kami menggunakan WiFi", imbuhnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa gedung tersebut memakan biaya sekitar enam milyar yang didanai dari Djarum Foundation dan semua pihak yang termasuk dalam yayasan Kanisius Pati.  "Dan mulai tahun ini kita sudah bisa gunakan dan kita bisa menerima tiga kelas di awal tahun ini", pungkasnya. (fn1/FN /MK)

0 Komentar

    Tambah Komentar